BANDUNG – Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj, Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia telah menggelar Gebyar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H pada (27-29/01/2025) di Masjid Rahmatan Lil’Alamin, Eco Pesantren Daarut Tauhiid Bandung.
Acara tersebut sangat meriah dengan menghadirkan dua pemateri luar biasa yaitu KH. Nanang Qosim, M. Pd sebagai pemateri pertama yang merupakan da’i kondang MNCTV sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Addzimat. Sementara pemateri kedua yakni ustadz Aliyudin, S. Pd yang merupakan mubaligh sekaligus Penyuluh Agama Islam Kota Bandung.
Dini, selaku humas SMK DTBS menyampaikan bahwa acara tersebut di ikuti oleh seluruh santri ikhwan, baik SMP, SMA dan SMK Daarut Tauhiid Boarding School Putra. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama untuk pematerian, sedangkan satu hari terakhir kegiatan kebersamaan santri.
“Alhamdulillah, telah terlaksana kegiatan Gebyar Isra Mi’raj dalam rangka memperingati Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H. Acara ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian dua hari pertama tausiyah. Sementara hari terakhir adalah kebersamaan unit masing-masing dengan diisi kegiatan berupa life skill, intensif tahfidz, dan penguatan materi I’dad” ujar Dini.
Menariknya, Gebyar Isra’ Mi’raj tersebut di buka dengan penampilan santri ikhwan berupa pidato yang menyampaikan tentang peristiwa Isra Mi’raj yang di alami oleh Rasulullah SAW. Hal tersebut mengundang perhatian seluruh peserta.
Da’i Nanang, pemateri hari pertama menyampaikan tentang hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj. Salah satu hikmah yang ia sampaikan ialah kejadian pembersihan hati Rasulullah sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj oleh Malaikat Jibril. Ia menuturkan bahwa, ketika ingin mendekat kepada Allah, maka milikilah hati yang bersih.
“Hikmah buat kita kalau kita mau bertemu dengan Allah, hati kita mau sampai kepada Allah, maka kita harus bersih hati, karena terkadang hati kita kotor. Kotornya hati membuat kita sulit untuk mengingat Allah,” terangnya.
Dini berharap, melalui kegiatan ini seluruh santri mendapatkan rida dan rahmat Allah serta dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan ibadah dan meneladani Rasulullah dalam setiap sendi kehidupan.
“Harapannya, semoga kegiatan ini ada dalam rahmat dan ridho Allah, dan bisa menjadikan wasilah untuk terus meningkatkan motivasi ibadah serta dapat meneladani akhlak baginda Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari” pungkasnya. (Chusnul/Noviana)